Tiga Cara Memulai Bisnis bagi Pemula

Akhirnya blog keceh muncul lagi. 😀

Setelah sekian lama bersemedi akhirnya mendapat ilham untuk kembali mengetik lagi. Rindu, rindu, rindu pada semut yang merah. #eaaa

Oke gan, kali ini aku mau nge-share tentang dunia perbisnisan, bagi yang pernah baca salah satu karangan Robert T. Kiyosaki tentu akan tahu dengan pembahasan yang satu ini.

Untuk sekarang, aku mau ngebahas tentang bagaimana kita bisa memulai tahapan untuk berbisnis. Cekidot gan,

  1. Mentor

Bahasa gampangnya ya agan belajar dengan seorang guru dalam berbisnis. Ex : Agan memulai karir agan dari menjadi anak buah seorang bos besar pebisnis di suatu daerah. Kepadanya agan menimba ilmu untuk berbisnis. Melihat bagaimana tata cara bos mengelola bisnisnya, laporan keuangan, laporan akhir tahunan, dll. Banyak gan.

Aku pribadi pernah mencobanya di tahun 2014 (usia 21), cuma bertahan 3 hari, secara waktu itu diriku juga bukan menjadi karyawan, hanya sekedar duduk dan memperhatikan kemudian bertanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan bisnis kepada guruku tersebut. –akunya masih labil waktu itu, karena harus bolak balik Payakumbuh-Bukittinggi, yang berjarak sekitar 30-35 Km, total jarak tempuh lebih 60 Km perhari, walhasil di hari ketiga tumbang. 😀

  1. Franchise atau waralaba

Agan ada yang pernah mendengar franchise atau waralaba? Contoh gampangnya seperti KFC, Starbuck, dll. Nah untuk bisa membuka sebuah waralaba semisal KFC, agan harus menyiapkan sejumlah uang untuk bisa membuka sebuah cabang KFC di kawasan tempat tinggal agan. Ketika agan sudah menyetor sejumlah uang, yang memang wajib dibayarkan, agan akan menerima seorang pelatih yang diturunkan dari pusat untuk mengajarkan agan bagaimana memasak hidangan KFC dan teman-temannya. Agan juga akan disuplai ‘bumbu ajaib’ yang bisa bikin ayam dkk masakan agan kremes-kremes gitu, yang pastinya hanya KFC yang memproduksinya. Kemudian agan juga diajarkan bagaimana mendesain ruangan KFC, tentunya ini semua bisa dilaksanakan setelah diadakannya studi kelayakan daerah tempat tinggal agan.

Simpelnya, dalam waralaba agan telah ‘membeli’ pengalaman yang dimiliki orang lain dan juga membeli ‘merek dagang’ mereka sehingga agan mempunyai hak untuk membuka cabangnya di kota agan. Dan di dalam satu kota, hanya boleh ada satu cabang waralaba dari berbagai jenis macam waralaba. Ex : KFC hanya boleh dimiliki satu orang per kota atau kabupaten.

Aku bisa paham yang beginian, karena ibu dan bapak juga pernah membuka usaha waralaba Tela KrezZ, bagi agan yang tahu, di kota Bukittinggi. Aku melihat bagaimana proses pelatihan, pembelian bumbu, dll.

  1. MLM (Multi Level Marketing)

Mungkin bagi sekalian agan yang di sini sudah pada kenal dengan MLM. Ada yang pernah diajak teman lama untuk bersilaturrahmi kemudian berakhir dengan pengenalan suatu barang atau merek produk? Ada.

Atau ada yang pernah diajakin buat gabung di dalam suatu pemasaran produk, kemudian agan ditunjukin untung ‘uang’ yang bisa agan dapatin ketika bisa menarik banyak orang untuk bergabung? Jawabannya ada.

Nama lain dari MLM adalah pemasaran jaringan. Ketika suatu produk dipasarkan melalui wakil-wakilnya yang mengajak orang-orang secara face to face untuk bergabung dalam memasarkan suatu merek dagang. Banyak contoh yang bisa agan temukan, seperti barang kecantikan, pulsa sampai yang menawarkan jasa pelayanan umroh.

Pada tahun 2009 atau 2010, salah seorang teman bapak pernah menawari ke bapakku untuk bergabung dalam satu macam produk dengan sistem MLM, lah bapakku gak mau kemudian nyuruh anaknya (baca : guweeh) untuk ikut serta, hitung-hitung buat ngajarin si anak penting dan susahnya ngumpulin duit. Akhirnya aku bergabung, dijelaskan keuntungan yang di dapat serta bagaimana proses ini dapat berjalan. Dan tebak, aku sangat excited karena melihat keuntungan yang didapat. Sesampainya di sekolah mulai lah aku memasarkannya, oh ya lupa aku bergabung dalam MLM DBS, yang menjual pulsa operator gitu, banyak dari senior, teman-teman, yang akhirnya ngikut (baca : terpengaruh) untuk ikut serta. Bisa ditebak akhirnya, itu semua tidak berjalan lama. Haha

Dalam pemasaran jaringan, memang  kita bisa memulai bisnis dengan modal yang bisa dikatakan kecil. Setelah membayar uang kisaran 250 ribuan agan-agan udah bisa untuk memasarkan produk yang ditawarkan oleh mereka. Agan bisa menjual kembali dan mendapatkan keuntungan, jika agan rajin, kalau malas ya gitu dah, gak bakalan dapat hasilnya.

MLM banyak diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga, dikarenakan MLM merupakan bentuk jenis bisnis yang mudah untuk diikuti dan digeluti oleh ibu-ibu rumah tangga.

Dari tiga poin di atas, aku ngasih rekomendasi untuk memulai dari poin nomor satu. Dikarenakan butuh ‘pematangan’ pengalaman terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun sendiri.

Mengutip tulisan Robert T. Kiyosaki dalam bukunya, dua atau tiga kali gagal dalam berbisnis itu sudah biasa, yang luar biasa adalah ketika kita bisa bangkit dan bangkit lagi setelah menemukan kegagalan yang kita hadapi.

Sekian gan, semoga bermanfaat.

Iklan