6 Alasan Kenapa Kamu Harus Bangga Jadi Anak Indonesia

Hai perkenalkan namaku Assa Dullah Rouf, salah satu mahasiswa strata satu di universitas paling  tertua di dunia, Universitas Al-Azhar Asy-Syariif di Kairo, Mesir. Disini aku ingin berbagi cerita bagaimana diriku bisa berbangga diri menjadi salah seorang dari ratusan juta manusia yang diberikan anugrah untuk menjadi rakyat Indonesia.

Tahukah kamu, bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk beridentitas muslim terbesar di dunia. Sekitar 82% dari total jumlah populasi penduduknya (kira-kira dua ratus lima puuh juta lebih) menganut agama Islam sebagai pilihan hidup mereka. Ini menjadi kebanggan tersendiri ketika diriku memperkenalkan diri kepada mereka mahasiswa asing termasuk kepada masyarakat Mesir pada umumnya. Aku mengatakan, “inna andunisiya hiya akbaru daulatil muslimin fil ardh,” yang diartikan bahwa Indonesia adalah negara terbesar dengan penduduk beragama muslim di dunia ini. Bagaimana tidak bangga coba, di negara-negara manapun kita tidak mendapatkan jumlah umat muslim sefantastis ini, ini lah kelebihan pertama dan menjadi kebanggaan kita menjadi bangsa Indonesia.

Dan yang kedua adalah ketika aku mulai berbagi cerita dengan teman-teman sesama mahasiswa satu kampung disini. Indonesia adalah salah satu negara yang didatangi Islam tanpa adanya perperangan, maksudnya adalah agama Islam masuk dengan cara damai ke bumi zamrud khatulistiwa ini. Seperti yang telah kita pelajari dipelajaran sejarah perjalanan agama Islam di Indonesia yang masuk melalui jalur perdagangan, percampuran lintas budaya; contohnya seperti nikah silang atau berbeda negara. Seperti yang kita pelajari bahwa pedagang dari Gujarat dan Persia yang membawa agama Islam ke Indonesia. Disanalah kita melihat bahwa cara masuk Islam sangatlah lembut, sehingga Islam dapat diterima dan bertahan berabad-abad di Indonesia sehingga menjadi agama mayoritas di Indonesia secara khusus dan menjadi pemeluk agama Islam terbesar di dunia secara umumnya. Berbeda halnya dengan Mesir, yang dimasuki dengan penakhlukan, begitupula Iran, Andalusia dan negara-negara Islam lainnya yang diduki Islam melalui jalur perperangan.

Perihal ketiga yang membuatku bangga adalah ketika melihat bahwa kita bangsa kita adalah bangsa yang merdeka; merdeka jiwa dan raganya. Dimana masih ada diantara mahasiswa asing yang memiliki kewarganegaraan yang masih belum mendapatkan kemerdekaan sempurna, contohnya negara Malaisya. Walaupun mereka terlihat mempunyai kekuatan ekonomi yang kuat, mereka belum merdeka sepenuhnya. Karena kemerdekaan yang mereka dapatkan tidak lain dan tidak bukan berasal dari pemberian kerajaan Inggris, sehingga hubungan mereka masih menjadi “bawahan” di bawah negara Inggris, bahasanya mereka belum menjadi negara Independen, masih bernaung di bawah negara lainnnya. Itu terlihat nyata ketika rakyat Malaisya yang melaksanakan upacara kemerdekaan secara tertutup, menyanyikan lagu kemerdekaan pun tidak secara komersial atau terbuka ke khalayak umum. Disanalah letak berbedanya negara Indonesia dengan negara tetangga, Malaisya tersebut. Kita bebas menyanyikan dan melaksanakan upacara kebangsaan Indonesia dengan bangga, tanpa takut malah kita membusung bangga, karena perjuangan dan pertumpahan darah yang dilakukan oleh nenek moyang kita terdahulu sudah terbayar saat ini.

Di poin empat, daya kompetisi dalam hal pembelajaran yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang luar biasa di luar negeri. Terbukti banyak mahasiswa Indonesia di luar negeri meraih prestasi bergengsi. Didahului oleh mantan presiden ke tiga Republik Indonesia, bapak Habibie, yang mana menorehkan prestasi luar biasa dengan perkuliahannya di Jerman. Beliau mengatakan dalam salah satu acara talk show di Indonesia, “saya mendapatkan nilai top di perkuliahan.” Dan jika kita merujuk ke Mesir, mahasiswa Indonesia banyak yang meraih predikat mumtaz (Summa Cumlaude) dan juga dengan rata-rata kebanyakan mahasiswa Indonesia di Mesir menamatkan pendidikan strata satu mereka sesuai dengan target, empat tahun. Ini merupakan prestasi yang luar biasa.

Tidak hanya itu saja, bahkan banyak mahasiswa yang menyelesaikan program magister dan doktoralnya di Universitas Al-Azhar, Kairo. Didahului oleh salah seorang ulama kharimastik kita, mantan menteri agama di Indonesia, bapak Prof. Dr. M. Quraish Shihab yang telah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Al-Azhar, kairo dalam bidang tafsir dan ilmu tafsir. Keudian dilanjutkan dengan mantan hakim agung Republik Indonesia, bapak Prof. Dr. Rifyal Ka’bah, yang mana merupakan alumnus universitas Al-Azhar, kairo dalam jurusan ‘syari’ah wal qonun. Kemudian dilanjutkan dimasa kini oleh salah seorang Gubernur 2 periode berprestasi di Nusa Tenggara Barat, bapak Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang. Beliau juga menamatkan program doktoral dengan jurusan yang sama seperti bapak Quraish Shihab, jurusan tafsir dan ilmu tafsir di Universitas Al-Azhar Asy-Syariif, Kairo. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh Indonesia lulusan Universitas Al-Azhar yang tidak bisa disebutkan disini.

Selanjutnya, dibaris kelima yang membuat diriku bangga akan Indonesia adalah kekayaan alam dan pemandangan indah Negara Indonesia serta iklimnya yang sangat menyenangkan bagi sesiapa yang pernah singgah kesana. Aku pernah mendengarkan kisah dari salah seorang yang bercerita, ketika salah satu Syeikh atau guru (pribumi Mesir) utusan dari Pihak Al-Azhar berkunjung ke salah satu wilayah di Sumatera Barat, beliau guru tersebut bergumam, “hadzihil Jannah.” Yang diartikan, bahwa Negara Indonesia adalah surga. Kenapa tidak, dengan pemandangan hijaunya yang menyeruak tanpa batas menyelimuti seluruh permukaan bumi pertiwi Indonesia membuat bangsa asing berdecak kagum tanpa henti.

Di Mesir, walaupun terdapat tumbuhan-tumbuhan hijau yang mana hanya bisa didapatkan di taman-taman khusus saja, selain itu berbayar pula. Berbeda dengan Indonesia yang pemandangan indah serta menyejukkan bisa dinikmati secara gratis. Selain itu, di Mesir curah hujan hanya berkunjung menjelang musim dingin dan penutupan musim dingin, yang mana bisa dikatakan bahwa kuantitas turunnya hujan di Negera Mesir bisa dihitung jari. Sangat berbeda dengan Indonesia yang hujannya turun tanpa mengenal waktu, bahkan ada salah satu kota di Indonesia dijuluki dengan kota hujan, yakni Kota Bogor.

Disaat musim panas, orang-orang barat; Amerika, Eropa dll mulai berkunjung ke Indonesia. Demi menghindari terik dan sengatan panas di negaranya, mereka rela untuk berliburan ke Indonesia, dikarenakan di Indonesia hanya memiliki dua musim, musim hujan dan musim kemarau. Percayalah Negara Indonesia adalah surga dunia, masih tidak bangga menjadi rakyat Indonesisa?

Dan di poin terakhir kenapa aku berbangga menjadi bangsa Indonesia karena Negara Indonesia adalah negara yang majemuk. Negara yang terdiri dari bermacam suku, adat-istiadat dan juga bahasa daerah yang berbeda. Akan tetapi semua bangsa Indonesia tetap menjadi satu; satu dalam bahasa, satu dalam nungsa, satu dalam bangsa. Indonesia juga merupakan negara yang sangat bertoleransi dalam beragama, terbukti dengan adanya enam agama resmi di Indonesia; Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan,  Buddha, Hindu dan Kong Hu Cu. Diantara sesama pemeluk agama saling menghormati, tidak menghakimi satu sama lain dengan mengatakan bahwa agamanya yang paling benar dan agama yang lainnya salah. Seperti pembantaian terhadap umat muslim Rohingya di Myanmar oleh penganut agama Buddha, yang membuktikan tidak adanya saling menghormati antara pemeluk agama.

Itulah beberapa poin yang cukup membuatku berbangga menjadi bangsa Indonesia. Bangsa yang diwariskan oleh nenek moyangnya untuk mencintai serta menjaga kedamaian di Indonesia secara khusus dan dunia umumnya. Karena suatu perjuangan yang disirami oleh darah akan menuaikan hasil berupa kesuburan yang tidak akan pernah mati. Jayalah Indonesiaku, Indonesia milikku, milikmu dan milik kita semua. Kalau bukan kita yang akan mencintai tanah air Indonesia ini maka siapa lagi? (Assa Dullah Rouf/Mesir)

*Tulisan ini diikut sertakan dalam Untaian Kata Inspirasi Anak Negeri “Bangga Jadi Anak Indonesia” oleh LoveProjectID

**Dan ucapan terima kasih kepada Isna yang telah mengajak Assa untuk ikut berkontribusi.

Iklan