Looking for : Pencerahan

Dan setelah 2 bulan lebih gak nulisssssssss… tadaaa…. :p

Salam,

MImpi adalah satu kata yang sudah lama tidak terucap. Mulai merangkai kembali apa itu arti mimpi. Dan inspirasi untuk membentuk mimpi tersebut bisa kamu dapatkan dari manapun, dan untuk kasusku kali ini aku mendapatkannya dari sebuah buku.

Dahulunya semasa MA yang kuharapkan (baca : impian) adalah untuk bisa menjejakkan kaki di negeri seribu menara. Aku mencoba memvisualisasikan semuanya dengan menaruh beberapa gambar yang berkaitan dengan universitas di negeri para nabi tersebut, dan katakanlah bahwa aku telah berada disini sekarang.

Itu impian yang menjadi nyata, dream came true and I did it. Dan setelah semuanya terwujud aku pun terdorong kepada titik beku, titik kejenuhan, titik dimana tidak tahu menginginkan apalagi. Memang semuanya butuh proses perenungan yang matang, untuk bisa berproses menjadi lebih baik dan selalu menjadi lebih lebih lebih sangat baik kedepannya (baca : mencari impian).

Stop di impian, dan kita bahasakan sekarang dengan menghadapai kegalauan. Sebut saja umur, semakin menuju puncak kedewasaan seseorang maka akan semakin keras seseorang memikirkan dirinya, and here I am. Entah semenjak kapan aku mempunyai waktu lowong ketika UAS untuk mengupdate blog, sangat diapresiasi. :p

Dan hadapi itu, wajar galau kan yah, umur-umur segini siapa juga yang gak bakal ngehadapi kegalauan, malah kalau gak galau itu yang malah dipertanyakan. 😀 (dia itu dari Bumi atau malah dari Venus)

Yah pastinya selama dalam keadaan “bimbang” ini akhirnya aku bisa mendapatkan sedikit pencerahan. Dan mau tauk? Cekidot

+++++++++++ BACA tulisan dibawah ini ++++++++++

Akhirnya kutemukan cara, memang hidup kita mesti selalu berdampingan dengan Alquran dan Sunnah. Sangat aneh dan benar-benar aneh ketika seseorang hidup tanpa menghayati dan mengamalkan dua pusaka yang telah diwahyukan Allah Ta’ala kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam. Yah itu merupakan salah satu kuncinya, dengan mentadabburi dan mengamalkan dua wasiat tersebut. Dan selanjutnya meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala dengan “Sabar” dan “Solat”, karena dua hal ini lah yang akan memperkuat jiwa, memberikan arahan kepadanya dan serta merta mendorongnya menuju hidayah Allah Ta’ala yang penuh berkah dan rahmat.

Kata Papaku, solat itu ibarat penghubung antara dua gerbong kereta api, kebayangkan? Perumpamaannya yang satu gerbong adalah dunia  dan gerbong lainnya adalah akhirat, dan solat adalah kunci penghubung antara dua gerbong tersebut. Gitu deh mudahnya 🙂

Mari bersama berbenah diri, menjernihkan hati dengan tazkiyatun nafs (membersihkan diri) agar kita bisa menjadi bagian dari orang-orang yang menyampaikan ayat-ayat dari kitab Allah dan juga hikmah-hikmah Allah Ta’ala kepada segenap umat manusia yang ada di dunia, hingga kita mengetahui bagaimana kebijaksanaan Allah Ta’ala.

END

😀 Bye, sampai jumpah di tulisan berikutnyaaaaa permirsah….. :*

Iklan