Ironi Pelangi di Indonesia

5c9e6093fae06a61fcc2fb2f68d47ff4

Salah satu statement pendukung LGBT.

Oleh : Assa Dullah Rouf, Mahasiswa Strata Satu Univ. Al-Azhar, Kairo.
Dipresentasikan untuk kajian ISLAMMU Mesir, 4 Maret 2016

Diawal tahun 2016 disaat sedang enak-enaknya menyiapkan diri merancang perencanaan hidup ditahun ini tiba-tiba kita digemparkan (emang bom apa? :D) dengan sebuah isu baru yang menyeruak di bumi pertiwi Indonesia, ya dan itu adalah permasalahan pelegalan LGBT di Indonesia. Saya tidak terlalu tahu mengenai hal ini kenapa bisa menjadi sebuah viral di Indonesia, dengar-dengar kabar karena seorang Perdana Menteri di Luxemburg (Luxemburg juga telah mensahkan LGBT dinegaranya), Xavier Bettel yang mengakui dirinya sebagai penyukai sesama jenis, wallahua’lam. Bisa dibaca di sini

Ngomong-ngomong masalah LGBT di Indonesia, yang notabene masyarakatnya beragama Islam pastilah menolak dengan yang namanya isu LGBT. LGBT adalah empat huruf awalan dari Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender. Jadi jelas, dengan mendengar dua kata diawal saja para pembaca sudah dibuat muntah darah karenanya. Hueeekkk….

Jangankan manusia, ngelihat babi jantan kawin ama babi jantan aja bikin mual, udah binatang yang dicap haram melakukan tindakan yang dilarang juga oleh agama. (Emang babi mukallaf apa, sampai-sampai bisa dibebani dengan “amalan” selegala. 😀 😀 *kidding)

Balik ke laptop, jadi ini nih yang mau aye bicarain dari zaman baheula, dan baru sekarang kesampaian. Buat kajian sih. 😀 Masalah propaganda LGBT dalam ruang lingkup masyarakat Indonesia, baik secara sadar ataupun tidak sadar. Bahwa isu ini sudah merebak menjadi viral yang luar biasa lamanya, hampir 3 mingguan lebih saya mengikuti (emang stalker apa :D) pemberitaan yang satu ini, abis buka fesbuk isiiiinyaa itu-itu aja.

Kalau bicarain yang namanya perempuan pasti gak ada abisnya, nah kalau LGBT ini pasti ada the endnya. Apakah nanti dengan pelegalan atau tidak; dengan catatan si pendukungnya pasti teriak-teriak mulu sampai BBM jadi 2000/liternya. 😀

Dari yang aye baca, ada sekitar 23 negara yang telah melegalkan LGBT dan atau pernikahan sejenis. Yang terakhir saya lihat itu adalah di Negara Amerika yang melegalkannya diakhir tahun 2015. Nah timbul  pertanyaan, negara apa coba di tahun 2016 yang bakal memecahkan rekor untuk melegalkan LGBT? Indonesia, why not? :p

Di Indonesia, sudah dari lama ada pendukung untuk komunitas yang dilambangkan dengan warna pelangi ini (kasian anak-anak, mereka nyanyiin lagu pelangi-pelangi alangkah indahmu, lalu dicap pendukung LGBT. Lol) Ada yang perkumpulannya diberi nama GAYa Nusantara. Bbeeuh, kemarin ada Islam Nusantara, kemudian ketemu GAYa Nusantara, besok kayaknya ada istilah cabe-cabean nusantara, GGS nusantara dan kawan-kawannya.

Serius amat judulnya (awalnya propaganda LGBT di Indonesia, gue rubah :D), yaiyalah gw gitulooh. Hattsyiinn. Kenapa propaganda LGBT? karena ada maksud terselubung dan lebih terselubung kemudian diselubung-lubungi lagi –pusing gua mak- dalam isu LGBT kali ini. Kenapa tidak, ketika LGBT dilegalkan, sudah barang tentu para-para Liberal dan dedengkotnya akan mulai berbuat sesuatu yang lebih parah lagi kedepannya, pelegalan incest misalnya. Na’udzubillah min dzalik (incest : hubungan badan antara ibu dan anak kandung atau ayah dan anak perempuan kandung, dan atau paman dan keponakannya)

Dan masih banyak lagi, perubahan-perubahan juga akan dirasakan dalam ruang lingkup pendidikan dan kebudayaan. Contohnya di pendidikan agama Islam, seperti adanya imam ketiga yang diperbolehkan untuk mengimami solat, siapa ituuuu? “Banci buk”, jawab anak-anak dengan semangatnya. *sambil nusuk jantung, jawabannya itu loh*

buku2bini2bbenar

Bencong jadi imam solat?

Diranah budaya, jangan tanya lagi, akan banyak perbuhan-perubahan yang terjadi didalam adat istiadat. Di Ranah Minangkabau contohnya, setelah adanya sistem matrilineal yang mana garis keturunannya menurut keturunan ibu, lah kalau ibunya banci, atau ibunya setengah gender setengah ular (Akhh ini siluman), lantas bagaimana coba dengan aturan adat yang seperti ini (baca : garis keturunan). Belum lagi dalam masalah ranah harato pusako atau harta pusaka dan warisan, mau diselipin dimana coba waria atau bencong-bencong ini nantinya didalam masalah pembagian-pembagian hak harta diatas.

Sampai abis nih halaman Microsoft Word kayaknya gak bakal cukup buat ngejelasin bahaya-bahaya yang dapat diakibatkan dari pelegalan LGBT ini. Pelegalan berarti sampai dibuatkan sebuah perundang-perundangan yang akan mengesahkan dan melindungi hak-hak pendukung dan pengikut LGBT tersebut; dari caci maki, intimidasi dan bahkan pelarangan untuk melakukannya.

Untuk perzinaan saja Allah Ta’ala sudah melarang untuk mendekatinya euy. Zina itu pertemuan dua kelamin yang berbeda dalam keadaan ilegal alias tanpa didahului pernikahan. Itu aja ampe dijatuhi hukuman cambuk 100 kali didepan umum, lah bagi yang udah nikah tetapi berzina, dirajam alias dilempari batu ampe mati gak bergerak. Kalau untuk penyuka sesama jenis gimanaaah? Udah, hukumannya jelas, dihukum “bunuh, bunuh dan bunuh” yang jelas mati gak bergerak. Tahu darimana? Nih hadisnya,

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ta’ala ‘anhumaa bahwa Nabi sholallahu alaihi wassalam telah bersabda, “Maka siapa saja diantara kamu yang mendapatkan seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth, maka kamu bunuhlah kedua pelakunya, dan apabila kamu semua mendapati seseorang yang melakukannya kepada binatang, maka bunuhlah olehmu pelakunya dan bunuhlah binatang tersebut”. HR. Turmidzi seperti dua hadisnya  didalam kitab hudud.

Lo, lo, lo kan udah jelas diatas mas-mas, mbok-mbok yang “ngegemesin” banting tulang biar LGBT bisa dihalalin ama MUI kali ya biar laku dipasaran. Please mas e dan mbak e, ampe kiamat datang gak bakal ada namanya sertifikat “halal” buat LGBT, yaiyalah emang LGBT makanan apah? Huahaha. *lulus sensor* 😀

Okey kita sudahi sampai disini, sekarang coba kita kaji tentang salah satu tindakan dari LGBT ini. L dari Lesbian, G dari Gay, B dari Bisexual dan T dari Transgender. Entah kenapa, saya pribadi melihat adanya benang merah dari 4 tindakan yang dimintakan pengesahan UUnya. Kalau lesbi dan gay jelas, nah kalau biseksual ini saya tanya ama mbah Marijan, eh mbak Gugel, dia lantas bilang, “Nduk yang namanya biseksual itu dikasih minuman mau dan dikasih makanan juga mau” “lah hubungannya apa mbah ama makanan dan minuman?” balas gue, mbah ngejitak kepala gua dan ngesearch balik, “Gini nduk, biar jelasnya gue bilangin, lu laki kan? okey, kalau lu demen biseksual itu berarti lu dikasih wanita okey dan dikasih laki lu juga okey”. Akhirnya saya paham, enggak nyangka mbah Gugel gitu seremnya ke gue. 😦 *kirain mau kasih sarapan dan minuman. :D*

Lah, gue laki suka ama cewek, lah masak gue juga suka ama cowok. *ini laki bini, cowok cewek, Rangga Cinta, sebenarnya pasangannya yang mana sih* Aneh kaaan? Dengerin, yang namanya aturan Agama Islam dalam Alquran dan Sunnah itu tidak akan pernah bertentangan dengan hati nurani manusia, gua jamin dengan telinga kanan gua. *sisain yang kirinya, entar gua mau makan dengan apa :p

Lah Lesbi, Gay dan Biseksual *Ah dulunya gue nyebut atau ngetik tulisan ini ngerasa jijai banget, sekarang “kepaksa”* adalah 3 perbuatan yang sudah melanggar norma-norma agama dan hati manusia. Siapa coba yang tega ngelihat saudara-saudarinya ngelakuin tiga hal diatas. Ngelihat saudari lu dizinain aja lu bisa langsung naik pitam hantam pintu, rubuhin rumah lelaki yang udah berzina dengan saudari lu ampe-ampe lu gak sadar juga udah ngebunuh lelaki tersebut. Lah kalau saudara/I lu ngelakuin LGB? Bisa-bisa  bumi ini lu bikin terbelah dua, karena hal tersebut sudah sangat bertentangan dengan hati nurani manusia.

Dan yang terakhir adalah transgender, yang ini setelah saya browsing,  ternyata ini adalah sebutan bagi mereka yang melakukan cross dress atau dalam pengartiannya “pergantian jenis kelamin”. Bisa bayangin gak, cowok jadi cewek, cewek jadi cowok. Keduanya sama-sama parah, lihat banci atau bencong atau lebih tampannya disebut priawan alias priawanita maksa gue buat ngambil kaki seribu *awh sakit, aku digigitnya :D*.

Jelas-jelas hal itu sangat bertentangan dengan ajaran Agama Islam. Allah  Ta’ala dalam Alquran dengan terang mengatakan bahwasanya Allah Ta’ala telah menciptakan Adam dan Hawa, Adam adalah laki-laki dan Hawa adalah perempuan. Kemudian Allah Ta’ala juga telah menyebutkan bahwa manusia telah diciptakan berpasang-pasangan (pria dengan wanita), sejak zaman nenek moyang kita sampai zaman Titanic dewasa ini.

Lalu ini banci siapa woiii? Ini Waria alias wanita pria pasangannya siapa woi? Jelas transgender merupakan konsep buatan manusia yang sudah sangat melanggar batas-batas hati nurani. Mau dipoles semanis apapun, yang aslinya “tahi” tetap akan kebau walau dilapisi tisu toilet berlapis-lapis. *huueekkk*

Lalu dimana benang merahnya? Antara satu perbuatan dengan perbuatan lainnya tidak akan terjadi tanpa adanya pelegalan dalam 4 perbuatan terlarang tersebut. Dimulai dari transgender, yang pria berubah jadi waria, lalu waria nikah sama waria, atau bencong nikah ama laki, ini gay namanya. Bisa jadi waria suka dengan wanita sekaligus suka ama lelaki maka ia menjadi biseksual. Yang terakhir mah wanita sama wanita dan disebut lesbi. *pikiran aye aja*

cjtjnyzuwaa3nt3

Prilaku dari LGBT ini tidak akan terjadi ketika para masyarakat, terutama masyarakat pelajar sadar akan bahaya pornografi dan seks bebas. Ketika seseorang sudah terbiasa dengan perzinaan, maka otaknya secara tak langsung akan memaksanya untuk mencari kepuasan yang lebih dari perzinaan tersebut. Coba anda pikir, tindakan apa yang lebih “nikmat” bagi mereka dan lebih lagi diatas perzinaan, ya jawabannya adalah LGBT. Yang jelas lebih besar dosanya dan lebih keras hukumannya.

Semoga Allah Ta’ala lindungi kita, keluarga kita dan keturunan-keturunan kita dari amalan-amalan kaum nabi Luth as. Dan Semoga Allah Ta’ala selamatkan kita dari perih dan pedihnya siksa api neraka. Amiin Ya Rabb.

Bonus : quote dari Pendukung #LGBT

 

Iklan