Tercerahkannya Seorang Wanita Jepang

Alhamdulillah atas nikmat Islam yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Ketika para hamba-Nya menghendaki keburukan pada diri mereka sendiri, sedangkan Allah Ta’ala menghendaki kebaikan kepada diri mereka: kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Tadi siang saya bersama adik menyaksikan tautan video diatas, awalnya saya memang sudah sering mendengarkan (mendengar bukan menyaksikan) kisah debator Islam, Dr. Zakir Naik yang berasal dari Negara India. Cuma terkadang belum sempat saya seriusi untuk melihat bagaimana kemampuan beliau dalam berorator dan menyampaikan risalah Islam kepada masyarakat yang didakwahinya, hingga datanglah tadi waktu siang yang berbahagia.

Setelah saya melihat beberapa video ceramah Dr. Zakir Naik, memang teori beliau dalam berargumen dan tata cara memberikan pemahaman pernah saya pelajari disaat tingkat 3 perkuliahan di kampus Al-azhar, saat itu Dr. Thoha Hubaisyi Addasuki memberikan muhadharah tentang mata kuliah tauhid hingga sampailah beliau kepada perkataan, “ketika kita ingin memudahkan orang lain dalam memahami sesuatu maka berilah sebuah contoh.” Begitulah kira-kira yang saya tangkap waktu itu. Dan hal tersebut saya dapati dalam beberapa ceramah yang disampaikan oleh Dr. Zakir Naik.

Namun poin intinya bukan hal demikan yang ingin saya bahas, cuma yaa ketika mencoba menonton episode yang ada diatas, disaat seorang wanita Jepang yang awalnya masih diluar jaminan Islam tiba-tiba setelah mendengar hujjah yang disampaikan oleh Dr. Zakir Naik melelehlah air mata wanita tersebut. It is so amazing, rasanya benar-benar dibuat takjub oleh keadaan seperti itu.

Sahabat WPers bisa melihat sendiri bagaimana dialog tanya jawab antara sang wanita dan Dz. Zakir Naik, dari pertanyaan kenapa manusia diberikan ujian dan apa yang didapat Allah Ta’ala dari semua ujian-ujian yang diberikan kepada manusia dan ini semua dijawab oleh Dr. Zakir Naik sesuai dengan jawaban yang sesuai rasio akal kita dan wanita tersebut. Saya sekilas dibuat heran dari bagaimana dengan baiknya Dr. Zakir Naik menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Dari dulu saya juga bingung kenapa anak dan harta disebut fitnah dalam Alquran, terlebih anak, apa salah anak. Sayanya yang malas buka kitab tafsir, hedew Dan dari jawaban beliau barulah terbuka sebuah “jawaban baru” menurut saya. Anak, istri dll adalah ujian bagi seorang hamba, kemudian saya korelasikan ketika sahabat pernah mendengar kisah penelantaran anak kandung, atau sampai anaknya dibuang atau bahkan dibunuh. Dan menurut saya disanalah ujian itu dimulai, bukankah Allah Ta’ala yang telah menjamin rezeki untuk semua bani Adam? Lantas kenapa ragu?

Saran saya, sahabat memang menyaksikan vidio yang ada diatas, karena sahabat tidak akan bisa merasakan sensasinya sebelum melihatnya secara langsung. 🙂

Jadi bagaimana menurut sahabat tata cara penjelasan dan ceramah yang diberikan oleh Dr. Zakir Naik diatas?

Iklan