Adab Menjaga Kemaluan

image

Dan adapun kemaluan : maka menjaga kemaluan tersebut dari setiap apa yang diharamkan oleh Allah Ta’ala, seperti yang diwahyukan Allah, “Dan orang-orang yang terhadap furuj (kemaluan-kemaluan) mereka jaga●Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka seaungguhnya mereka tidak tercela.”

Dan tidaklah akan sampai seseorang dalam tahap menjaga kemaluannya kecuali dengan cara menjaga penglihatannya, menjaga hati dari memikirkannya, menjaga perut dari makanan yang syubhat dan juga dari rasa kenyang; maka sesungguhnya inilah yang menggerakkan syahwat dan menanamnya.

(Bidayatul Hidayah, Imam Abu Hamid Muhammad Alghazali)

Dalam menjaga kemaluan maka hal yang harus diperhatikan adalah ghoddul bashor atau menundukkan pandangan. Karena awal mula dari zina adalah pandangan. Ketika memandang maka akan tumbuh rasa didalam hati, kemudian dilanjutkan dengan saling berbicara, berjanji untuk bertemu dan berakhir dengan zina.

Apa yang dapat dinikmati dari zina kecuali hanya sedikit, nikmat yang dirasakan tidak lebih dari 15 menit saja. Namun akibatnya, sepanjang hidup dapat dirasa.

Allah melarang mendekati zina, karena zina membawa kepada kefakiran; baik secara hakiki maupun maknawi.

Dan pada akhirnya yang paling terpenting adalah menjaga pandangan, karena pandangan ibarat panah setan. Sekali lepas dari busurnya maka tidak dapat kembali.

Gelora api syahwat yang dimiliki oleh manusia, selalu ditiup-tiupi oleh setan hingga membesar. Ketika iman dikalahkan oleh syahwat pada akhirnya dapat menjerumuskan kepada zina. Intinya disini adalah pertarungan antara keimanan dan syahwat.

image

Bagi seorang tholabul ‘ilmi atau penuntut ilmu, syaikh Hisyam Kamil memberikan dua jalan keluar dalam mengatasi syahwat mereka, yang pertama puasa dan yang kedua juga puasa kembali. Karena puasa adalah ibadah yang diisyaratkan oleh Rasulullah Saw dalam menjaga nafsu syahwat.

Ketika berhadapan atau berinteraksi dengan lawan jenis, maka ada tiga cara yang dilakukan agar tidak terjerumus kepada zina:
1. Jauhilah dari melihatnya,
2. Jauhilah dari mendengar kabar darinya,
3. Dan yang terakhir, jauhilah dari memikirkannya.

Rabbuna ‘ashimna, Ya Rabb kami, tolong jagalah kami.

Ardhul Anbiya’, 20 September 2015

Iklan