Memecah Belah Persatuan Umat

https://ye2couple.files.wordpress.com/2011/11/picture1.jpg

Apa yang terjadi saat sekarang, di dunia yang sangat kecil ini? Ketika ada beberapa kelompok yang dalam satu agama saling bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal serupa terdapat diberbagai macam kepercayaan yang saling bertentangan antara satu dan lainnya. What was happened?

Jikalau ditanya pertentangan apasaja yang terjadi, sangat banyak, dibermacam lini dan bentuk. Sekarag kita lihat didalam Islam. Antara satu kelompok dan kelompok lainnya saling bertentangan, dan itu sering kali pertentangan dalam masalah furu’ (cabang). Padhal itu bukanlah sebuah permasalahan krusial yang sampai harus membuat umat Islam itu terpecah belah.

Bilamana permasalah itu terjadi dibagian ushul (inti) dari Islam, seperti mempermasalahkan apakah tuhan itu ada atau tidak, atau mempermasalahkan apakah tuhan mempunyai anak atau tidak, okey, itu fine-fine saja untuk diangkat menjadi sebuah topik permasalahan yang harus segeranya dipecahkan.

Apakah karena sebagian umat Islam tidak pernah kembali membaca sejarah atas apa yang telah terjadi dimasa lalu, disaat satu kelompok dengan kelompok yang lainnya saling berpecah, dari Khawarij dan Syi’ah, dilanjutkan perpecahan dalam permasalah Akidah; Mu’tazilah dan Asy’ari. Okey, yang terakhir itu memang permasalahan krusial. Dan disana kita bisa mengambil banyak pelajaran dari perpecahan-perpecahan yang terjadi.

Umat yang satu, seakan sekarang itu menjadi suatu hal yang semu untuk diraih. Apakah benar demikian adanya? Tidakkah ada jalan yang bisa menyatukan orang-orang tersebut, tidakkah ada sebuah benang merah yang dapat diambil guna menyatukan umat Islam ini kembali?

Memang permasalahan yang dihadapi umat Islam ini selalu berubah, dan kenyataannya sejarah terulang kembali. Perpecahan-perpecahan yang terjadi dahulu kala kini mulai retak dan perlahan makin membesar sehingga jauh dari titik temunya. Permasalah dan cobaan-cobaan yang dihadapi oleh umat Islam tidak akan pernah berubah, hanya saja bentuknya saja yang berbeda dari yang dihadapi umat Islam terdahulu.

Jika kita hanya sibuk mengurusi perbedaan, kapan kita akan bisa meluas untuk mengurus hal lainnya? Banyak hal yang terlewat semenjak kita umat Islam terlena untuk mengurai benang yang semakin kusut. Lihatlah pembataian saudara kita di Palestina, seakan sudah menjadi “hal yang biasa” dan mesti terjadi, bahwa mereka disiksa di negeri sana dan kita tidak mempunyai daya dan upaya untuk menolong mereka.

Lelet, mungkin ini kata yang lebih tepat. Memprioritaskan tindakan mana yang harus diambil terlebih dahulu, tindakan mana yang seharusnya kita lakukan, apa yang mesti kita perbuat. What I can say? Nothing.

https://ye2couple.files.wordpress.com/2011/11/picture1.jpg

Saya juga tidak terlalu suka ketika kita hanya sibuk menggalau dengan kehidupan fana. Semuanya sudah ada jalan keluarnya, Alquran dan Sunah. Apalagi selain ini? Ada? Ada?

Kebahagian yang sebenarnya adalah ketika memiliki iman didalam hati, ya itulah kebahagiaan yang hakiki. Jiwa-jiwa kita sudah mulai terampas secara perlahan oleh gemerlapnya dunia. Saya tidak membeci dunia, hanya saja kita mesti membuka mata, apakah dunia sudah menyatu dengan hati kita?

Apakah karena rendahnya mutu kualitas dan kuantitas iman manusia sehingga mereka sangat ingin berpecah belah? Apakah ini yang selalu dikeragui oleh para malaikat disaat setelah penciptaan manusia, bahwa mereka (manusia) semua yang akan saling menumpahkan darah di muka bumi ini. Oh, how poor you are…..

Bingung akan melakukan apa? Sudah ambil wudu dan tegakkan solat. Bingung mau mengusahakan apa? Kata Chairul Tanjung, do something. Ya itu dia, lakukanlah sesuatu, just do it.

Saya tidak akan memberikan jalan keluar karena yang diminta disini, kita semua, untuk memikirkan apa peran yang akan kita ambil. Karena disetiap otak kepala, mereka mempunyai jawaban tersendiri untuk masalah ini.

*menikmati musim panas yang akan segera pergi*

Selamat berpikir!

Iklan