Keseriusan Cinta

image

“Bila kau tak berniat membahagiakan dirinya maka jangan sekali-kali mencoba untuk mendekati perempuan tersebut.”

Kira-kira seperti itulah kalimat yang pernah kubaca. Kurenungi kembali, memang benar adanya. Ketika kau dekati seorang gadis, pastilah akan ada “rasa” yang timbul; baik itu rasa suka, benci dan malah bisa jadi rasa cinta.

Berhati-hati, mungkin ini bukan sesuatu yang bisa dijadikan pilihan dan itu merupakan sebuah keharusan. Maka jangan coba-coba dekati seorang perempuan jika memang kau tidak berniat untuk menjaga hatinya.

Kurasa semua lelaki dan perempuan pernah merasakan hal ini. Rasa itu tidak akan tumbuh tanpa adanya “pergaulan” antara dua jenis makhluk Tuhan yang berbeda dalam penciptaannya.

Hati perempuan itu terlalu lembut. Banyak yang menganggapnya sebagai kelemahan. Pada kenyataannya itu adalah sebuah kelebihan yang diberikan Tuhan kepadanya. Dengan kelebihan perasaan itu maka lelaki dan perempuan bisa hidup berdampingan dalam membina rumah tangga yang sakinah.

Hingga kini, kadang kekhilafanku (boong) akhirnya terpaku pada berbagai macam perempuan. Kecantikannya, ini hal pertama yang terkadang membuatku terlena.

Seharusnya yang dinilai dari seorang perempuan itu adalah agamanya, bukannya malah kecantikan, harta dan nasabnya. “Ngomong sih mudah, dalam prakteknya gimana broh?” Tanya seseorang padaku 😀

Selektif bolehlah, milah ini itu. Hehe. Cuma perempuan bukan barang, mereka adalah manusia sejatinya. Maka menghormati mereka adalah suatu kewajiban.

image

Sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah. Lah ini bagaimana cara penghayatannya? Ya gampang lah, mereka wanita solehah pasti “patuh” pada suami. Aku yang belum pernah menikah ini rasa itulah salah satu kelebihannya.

Eeh, kebablasan kesana. Lanjut ngejawab pertanyaan tadi. Okeh, untuk masalah perempuan yang beragama atau solehah selesai. Lanjut….

Perempuan yang cantik bagiku itu adalah suatu keharusan (sesudah agama pastinya). Leih?  (Kenapa?) Soal dengan kecantikan calon istriku tersebut akan membuat diriku tidak mudah berpaling kepada perempuan lainnya. Kira-kira begitu yah.

Kemudian perempuan yang kaya, mestilah. Kenapa? Karena dengan kekayaannya diriku mampu hidup tenang dan menikmati hidup untuk fokus berdakwah dan mengabdi untuk umat. Yaiyalah, emang ente mau hidup buat diri sendiri doang. Egois banget lo! :p

Terakhir adalah, perempuan dari keturunan baik-baik. Apalagi keturunan seorang kiyai atau ustadz, duh pada berebut orang-orang ngelamar dan pastinya aku yang terdepan 😀. Kalau bibit, bebet dan bobot calon istrimu seperti diatas , wah pastinya beruntung buanget dah. Selamat… !! doorprizenya bisa dijemput ke rumahmu :D.

Mungkin itu aja, ceritanya muter-muter gak tentu yah. Haha. Soal nulisnya sewaktu pergantian jam kuliah. Nulis aja, gak ada yang marah koq :D.

Regard

Iklan