Mengapit Tipu Daya Dunia

7372-apakah-yang-dikejar-dalam-hidupmu-berkali-ku-kata-padamu-kita_325x325_width

Apa yang terjadi ketika nyawamu sudah mulai berkurang? Dan apa yang akan kamu lakukan ketika dirimu tahu bahwa ajal telah berangsur mendekat? Takut, cemas, bergetar dan lainnya. Lantas apa yang mesti diperbuat? Diam menunggu ataukah mulai mempersiapkan segala sesuatu yang kamu butuhkan untuk melanjutkan perjalananmu selanjutnya.

Allah telah berkali-kali bersumpah demi waktu-Nya. Waktu yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya; baik dia beriman ataupun tidak. Tidak ada pembeda antara waktu seseorang dengan yang lainnya. Semua sama; sama rata dan sama rasa.

Dimana posisimu saat ini, menjadi orang yang memamfaatkan atau malah menyia-nyiakannya? Lantas apa yang mesti dilakukan disaat kita sudah mengetahui urgensitas waktu yang diberikan secara nyata oleh Rabb Semesta Alam. Diam merenung, memikirkan dan mentadabburi kembali sekian banyak hikmah dari waktu-waktu yang terbuang percuma selama ini.

Ada yang menjadi awam dengan apa yang diberikan Allah dan ada juga yang bergila-gila memamfaatkannya hingga tidak sedikitpun ia lalai dari waktu yang diberikan Tuhannya.

Berbagai macam contoh yang ada, ada yang memamfaaatkannya untuk memenuhi pundi-pundi amalnya di akhirat dan ada juga yang mengais kotoran haram yang secara tak sengaja mengantarkannya ke Neraka Jahannam. Lantas dimana kita?

Mulai meragukan akan adanya akhirat, sehingga kita bebas untuk bermaksiat dan melakukakan apa saja yang kita inginkan? Berpuas diri dengan pencapaian tanpa kembali mengeja masa-masa kelam kita terdahulu..

Ketika beribu macam pertanyaan mulai datang menghadang, timbang-timbang amal ditegakkan, siapa yang akan menjadi penolong? Aku? Tidak, aku pun takut dengan amalanku yang sedikit sedangkan dosaku lagi amat banyak.

Satu persatu mereka para manusia agung pilihan-Nya mulai merasakan harumnya taman-taman surga, lah lah lantas kita berada dimana? Masih terpaku diam meratapi layar monitor yang menampilkan bermilyar-milyar gerak tangan, kaki, mulut, mata dan telinga yang sama sekali lalai dalam mengindahkan perintah-perintah dan larangan-Nya.

Huft, aku pun letih, menjadikan seluruh gerlap dunia ini mengkristal dihatiku. Menikmati segala macam pesona dan tipu daya manusia. Dan aku, yah sudah terjerumus kedalam permainan dunia.

Satu saja, ketika dunia telah dihati, maka engkau kan dapati bahwa tidak ada lagi ruang untuk Allahu Rabbi. Kemudian harus bagaimana? Simpel, jadikan dunia ditanganmu bukan dihatimu. Milikilah dunia dan kemudian lepaskanlah.

Kairo, 13 Maret 2015

Iklan