Organisasi yang Sehat

Iseng-iseng saja ingin ngeshare hasil tulisan yang diserahkan sewaktu upgrading Pwk PII Mesir Selasa kemarin di Kampus Al-azhar, Sadis. (Miris karena kenyataannya belum ada tulisan buat dipost 😦 :D). Let’s see it.

Organisasi dari Segi Kualitas dan Kuantitas

Menjamin-Organisasi-Sehat-dan-Dipercaya-606x220

Banyak hal yang mesti diperhatikan ketika kita mulai berkecimpung dalam berorganisasi. Untuk mewujudkan bentuk organisasi yang sehat maka perlulah memperhatikan banyak aspek. Dan disini penulis akan menuturkan dari aspek “Kualitas” dan “kuantitas” yang baik dalam sebuah organisasi.

  1. Saling Kenal. Dalam berorganisasi maka hal yang paling penting adalah hal saling kenal diantara anggotanya, dikarenakan dengan mengenal baik kemampuan seseorang, maka kita akan dapat memaksimalkan kemampuan mereka. Dan juga ketika meminta pertolongan pun tidak akan ada rasa enggan dan rasa “canggung” dalam menyampaikannya. Maka disinilah hakikat bekerja sama antara para pengurus organisasi.
  2. Yang kedua adalah, angka 20. Maka selayaknya dalam suatu kepengurusan organisasi hanya diisi tidak lebih dari 20 orang saja. Karena dengan demikian maka sebuah organisasi akan berjalan dengan baik. Sebab sang ketua akan menjalankan 19 hubungan yang melibatkan dirinya secara langsung dan 171 hubungan diantara anggota-anggota lain dalam satu kelompok. Yang mana jika melebihi angka tersebut akan membuat sang ketua kewalahan dan akan terjadi banyak kesalah pahaman diantara anggotanya. Hal ini terbukti dengan kemampuan otak kita yang hanya bisa menangkap “beberapa sinyal” saja dalam satu waktu. Ketika disebutkan 20 nama kepada anda, maka kira-kira hanya 6-9 nama yang bakal anda ingat jelas, begitu juga dengan kemampuan otak kita ketika bersoasialisasi.
  3. Pengurus adalah mereka yang bertipe Connector, tipe Connector adalah tipe yang dapat menghubungkan satu orang dengan banyak orang lainnya. Artinya adalah ketika kita berkenalan dengan satu tipe Connector maka kita dapat berkenalan dengan banyak orang lainnya melalui dirinya. Tipe ini dibutuhkan dalam sebuah organisasi agar organisasi tersebut dapat berkembang dan dikenal banyak oleh orang lain. Dan juga memudahkan akses organisasi kedalam segala lini.
  4. Team work, kerjasama pastinya adalah sebuah sesuatu yang mesti terlaksana dalam sebuah alur organisasi. Banyak yang terlupa, bahwa Team work bukan hanya masalah kerjasama diantara pengurus organisasi akan tetapi adalah bagaimana suatu organisasi dapat membagi kinerja secara profesional dan porposional dalam sebuah tim organisasi. Jika si A bisa melakukan tugasnya, untuk apalagi si B diturunkan mengerjakan tugas yang dilaksanakan oleh si A tersebut. Maka ini inti dari sebuah Team work.
Iklan