Aku dan Autumn Hari Ini

Hari sudah menunjukkan pukul 00. 52 CLT dan mata ini masih belum ingin beristirahat barang sejenak dari semua aktifitas harian yang telah aku lalui. Masih ingin melanjutkan membaca sebuah novel karya novelis Minang milik Ahmad Fuadi, Rantau Satu Muara.

Ditemani terpaan sinar lampu belajar, diriku masih asyik membolak-balik halaman novel tersebut. Yah asyiknya membaca novel itu hampir membuatku lupa diri bahwa masih banyak diktat kuliah yang mesti kutamatkan. Fokus untuk bisa menghapi ujian dengan baik adalah prioritas utamaku saat ini.

Kumpul KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau) cab. Husein

Kumpul KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau) cab. Husein

Setelah puas seharian berpusing ria nggak jelas, akhirnya badanku rebah dan tertidur pulas. Diriku tidak sadar harus menemui bang Yahya alumni sekolahku yang akan bertolak ke Indonesia sore tadi. Tidur siang tadi itu benar-benar menggagalkan rencanaku, padahal ada barang titipan ibu yang ingin aku kirimkan.

Setelah solat Ashar, dengan hati kecewa aku langkahkan kaki menuju Mabes Pwk PII Mesir guna mengikuti rapat Badan Pengurus Harian (BPH). Dengan jabatan sebagai sekretaris umum saat ini, diriku mesti selalu on time dalam menghadiri agenda pertemuan apapun.

Setelah berdiskusi dan berdialog cukup panjang akhirnya rapatpun berakhir. Hari sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam. Diriku mesti cabut secepat mungkin mengingat kondisi Mesir yang sudah kurang aman belakangan ini.

GGS (ganteng-ganteng Sholeh :D). Lagi nungguin jema'ah rihlah. Lokasi : Disamping Mesjid Al-azhar

GGS (ganteng-ganteng Sholeh :D). Lagi nungguin jema’ah rihlah. Lokasi : Disamping Mesjid Al-azhar

Dengan menaiki bus ¾ ke Nadi Syikkah, kulanjutkan perjalanan menaiki sebuah tremco menuju Duwaiah dan selanjutnya berganti tremco lagi menuju kawasan Darrasah tempat kuberteduh. Perjalanan malam jum’atan yang cukup menguras waktu dan kantong tentunya. Belakangan ini aku memang mesti berhemat mengingat banyaknya biaya pengeluaran sesampainya aku di Mesir.

Aku memutuskan mengambil jalan berputar, tidak seperti biasanya. Sebab ketika rapat tadi ada sebuah whatsapp masuk dari teman-teman seperantauanku di Mesir. Memberi kabar bahwa ada salah seorang sahabat kami yang baru saja kena todong oleh dua orang Mesir yang bersenjatakan pisau, dan satu buah telepon genggam pun akhirnya raib dijarah. Tidak mau ambil resiko aku lebih memilih jalan berputar yang tidak seperti biasanya demi alasan keamanan.

Rihlah Masajid ke Mesjid Al-Hakim Biamrillah di Babul Futuh. Mesjid yang digunakan oleh kaum Syi'ah sewaktu Mesjid Al-Azhar dinon-aktifkan oleh Sholahuddin Al-Ayyubi

Rihlah Masajid ke Mesjid Al-Hakim Biamrillah di Babul Futuh. Mesjid yang digunakan oleh kaum Syi’ah sewaktu Mesjid Al-Azhar dinon-aktifkan oleh Sholahuddin Al-Ayyubi

Masih terdiam dimalam ini, kadang bingung sendiri melihat tumpukan-tumpukan diktat atau lebih akrab disebut muqarrar masih berdiri rapi dirak-rak kitabku. Awal mula sesampainya disini aku datang dengan semangat baru dan entah kenapa semangat itu kembali hilang seiring berjalannya waktu.

Musim gugur yang sudah mulai berangsur pergi mulai digantikan oleh musim dingin, yang pastinya meninggalkan banyak kenangan. Dulunya aku datang membawa cita-cita dan kini masih merenungi cita-cita itu kembali. Mungkin Al-Azhar adalah cita-cita yang selalu kubangun dan kusebut-sebut didalam lisan maupun tulisanku. Sampai kamus bahasa Arab kesayanganku yang kubeli enam tahun yang lalupun menjadi saksi dengan adanya tulisan “مصرى” atau Mesir yang tertoreh didalamnya. Memang benar kalimat yang terdapat didalam buku “The Secret” tersebut, bila kamu terus memikirkan sesuatu maka semesta akan mendatangkannya kepadamu (kira-kira begitu bunyi kalimatnya :)).

Tasyakuran H. Yahya Ibrahim sekembalinya dari Mekkah bersama Alumni Ponpes Diniyah Limo Jurai-Mesir

Tasyakuran H. Yahya Ibrahim sekembalinya dari Mekkah bersama Alumni Ponpes Diniyah Limo Jurai-Mesir

Ahh sudah lewat pukul satu, ingin beristirahat tapi tanggung sih, subuh tinggal 3,5 jam lagi #ehh :D. Tidak apalah, setidaknya tercapai juga niatan ingin begadang belakangan ini. Semoga saja hari esok kemalasan-kemasalan seperti ini akan sirna secara otomatis (emang sakelar apa? :D) dan tidak “jadi orang bingung mau ngapain” lagi.

*Ahh rinduuunya menulis, entah kenapa hati ini selalu rindu akan musik yang dihasilkan oleh jari-jemari ini. 🙂

**Oh ya, tadi pas di Mabes aku bertemu dengan 3 orang penghuni baru, semuanya dari UGM. Ada seseorang yang bernama Jati, ketika kutanya apa jurusannya dia menjawab kalo gak salah “Kajian Timur Tengah”. Sekarang tengah ditugaskan untuk penelitian di Canal Suez. Keyyyeenn (Akunya kapan bisa penelitian ke luar negeri yah? #hope)

***Selamat pagi Indonesia, aku adalah apa yang aku pikirkan dan aku seperti apa yang aku pikirkan. #fight

Iklan