Aku, Studi dan PII

Hari sudah menunjukkan pukul 07.42 CLT. Perjalanan menuju Darrasah terasa begitu hening. Mungkin karena diriku terbiasa sendiri. Banyak pikiran yang datang menghadang, cuma sesekali ku terdiam jua ketika banyak kegiatan menghampiri.

SDPW PII Sumbar 2011-2013

SDPW PII Sumbar 2011-2013

Kampung halaman, ahh terasa begitu nikmat rasanya ketika kukenang disini. Satu persatu hal yang belum sempat kunikmati disana kini mulai menjalar kedalam pikiranku. Sudahlah, 3 tahun itu adalah waktu yang singkat.

Rutinitas harian sudah mulai kujalani semua; studi kemudian berorganisasi. Dan tidak terasa sudah hampir 5 tahunan aku aktif di ormas Pelajar Islam Indonesia semenjak diresmikan menjadi salah satu kadernya awal Januari 2010 silam.

Tak ayal bagiku kadang kejenuhan itu sedikit demi sedikit datang menghampiri. Alasan-alasan logis dengan argumen yang kuatpun sudah mulai tidak bisa kuhadang. Yah itu dia, untuk fokus “sempurna” kepada studiku.

Bicara fokus, maka ini yang menjadi halanganku selama ini. Ketika mulai menikmati masa-masa indah dalam berorganisasi, secara tak sadar diriku sudah mulai memecah konsentrasiku dalam belajar. Memfokuskan diri untuk berorganisas ternyata lebih mudah dan menyenangkan ketimbang memfokuskan diri untuk belajar. Memang benar, fokus kepada sesuatu yang lebih cepat dirasakan “mamfaatnya” secara langsung lebih mudah daripada yang tidak; seperti menuntut ilmu.

Kegalauan yang kuhadapi sekarang ini juga sudah tidak terlalu berarti seperti yang dahulu-dahulunya. Kini, yaah mungkin lebih tepatnya sudah bisa menyeimbangkanlah. Ketika mau ditanya mau apa di PII? Aku bakal menjawab, “untuk bisa saling berbagi mamfaat”. Karena jelas manusia tidak akan pernah melakukan sesuatu yang tidak mendatangkan mamfaat bagi dirinya dan orang lain.

Leadership Advantra Training PII 2014

Leadership Advantra Training PII 2014

Agak merasa pusing sih pagi ini, mungkin karena disebabkan diriku sedang menulis sambil duduk di atas bis yang berjalan hehe. Kulliyah Banatpun menghiasi pandanganku pagi ini, terus dan terus. Memamfaatkan waktu hari ini adalah hal yang semestinya dilakukan. Tidak menunggu hari esok, dan berbuat hari ini semaksimal mungkin adalah hal yang harus kita lakukan. Membahagiakan orang tua dengan hasil yang akan kita peroleh keesokan harinya adalah bukti bahwa kita menyayangi diri kita dan juga mereka berdua.

Semoga Allah memudahkan urusan kita semua dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berpikir.

-31 Oktober 2014-

 

Iklan