Ilmu Pohon Kelapa

 

Menuntut ilmu itu ibarat air tanah dan pohon kelapa. Dari akar air tanah diserap dan naik terus keatas. Entah berapa kali saringan yang mesti dilalui oleh air tanah tersebut agar bisa naik sampai kepucuk. Ditambah mesti menembus batok kelapa yang keras. Dan pada akhirnya si air tanah bisa masuk dan menetap disana.

Ada yang ajaib, saat batok kelapa tersebut dibelah, entah apa yang terjadi air yang semula berasal dari tanah berubah rasa menjadi manis. Dan kita tahu pada awalnya air tersebut tidak memiliki rasa apapun.

Gambar

Seperti halnya juga dengan menuntut ilmu; air tanah adalah ibarat ilmu yang kita serap, batang kelapa adalah ibarat jauhnya perjalanan yang mesti kita tempuh dan buah kelapa itu adalah ibarat ilmu atau hasil yang kita dapatkan.

Dalam menuntut ilmu tidak ada istilah instan. Semua sudah ada prosedurnya. Siapa yang berusaha dia yang dapat. Siapa yang rajin dia yang pandai. Siapa yang malas dia yang bodoh. Dan itu semua sudah lumrah terjadi disekeliling kita. It’s real.

Dan jangan mengharapakan hasil secepatnya. Yang namanya proses pasti membutuhkan waktu. Mungkin butuh lima tahun atau sepuluh tahun atau dua puluh tahun atau bahkan lima puluh tahun lagi hingga akhir hayat menjelang baru dapat kita rasakan mamfaat dan manisnya ilmu yang kita usahakan.

Kemudian sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam, ”Tuntutlah olehmu ilmu dari tiang ayunan hingga sampai di liang lahat”.

Hadis yang sudah masyhur dikalangan umat ini. Jarang sekali ada yang tidak tahu dengan hadis tersebut. Hadis yang menjelaskan bahwa menuntut ilmu itu tidak dibatasi oleh waktu, umur, pekerjaan dan pangkat. Kalimat perintahnya majemuk, mencakup semua golongan.

Maka berjuanglah sebelum rambut mulai memutih, kulit mulai mengriput dan badan mulai melemah. Mulailah selagi masih ada waktu kosong, selagi harta masih ditangan, selagi kuat, selagi masih muda dan selagi ajal belum menjemput. Akan tiba masa dimana kita sibuk dengan hal-hal yang menghalangi diri untuk bisa fokus dalam menuntut ilmu. Mulai dari permasalahan finansial, kerja, menikah, mencari nafkah, mengayomi masyarakat dan lain-lain. Ingat! selagi, selagi dan selagi.

Jangan menunggu nanti, jangan menunggu masa sekolah dan kuliah dimulai baru kita tuntut, akan tetapi tuntutlah dari sekarang; dimanapun dan kapanpun. Sibukkalah diri dengan mencari ilmu hingga para setanpun kesulitan menemukan celah untuk melalaikan kita.

Jangan sampai ada penyesalan dimasa tua, maka berhabis-habislah dimasa muda. Baca yang bisa kalian baca dan tela’ah apa yang bisa kalian tela’ah. Tingkatkan kapasitas keilmuan hingga ilmu itu menjadi tua sebelum waktunya. Bangun dan kerjakan, pastikan semua sudah terlaksana. Dan ingat waktu yang sudah berlalu tidak bisa ditarik mundur.

Terakhir, teruslah berusaha dan bubuhi dengan do’a. Berdo’alah kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari ilmu yang tidak bermamfaat. Berdo’alah agar diberi keikhlasan dan ketabahan serta amalan yang diterima.

اللهم إني أسئلك علما نافعا و رزقا طيبا و عملا متقبلا

“Ya Allah Ta’ala aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermamfaat dan rezki yang baik serta amalan yang diterima”.

 

Salam semangat bagi mereka sang pekerja keras!!

 

H-9 menuju Indonesia Jaya.

Iklan