Menghilang dalam Kepulan Asap

Berbagai macam cobaan kembali datang menghadang. Setelah hujan debu gunung Marapi berlalu dan kini gumpalan asap menampaki wujudnya di alam bumi Sumatera, kampung halamanku. Sesak, itu nafas suara yang sering kudengar. Ada apa ini? Enam ribu hektar hutan tiba-tiba saja terbakar dan membumi hanguskan taman-taman hijau pelindung umat manusia. Dan kini seolah menjadi senjata makan tuan, taman hijau itu malah membunuhi mereka para pemimpinnya. Ada apa ini?

Gambar

Mulailah terdengar perlahan kabar angin, bahwa ada beberapa orang yang mendalangi pembakaran ini. Tidak tahu apa maksud yang mereka ingini. Akan tetapi ibu, ayah dan keluarga serta teman-temanku menjadi korban atas pembakaran ini. Bila dihitung telah berapa banyak “dosa” yang mereka dapatkan-sang pembakar?

Terdengar kabar lagi bahwa pemerintah sudah tidak sanggup lagi menangani permasalahan ini, lah lantas apa gunanya mereka berjanji? Allah Ta’ala tidak akan memberikan beban kepada hambanya kecuali sesuai dengan apa yang mereka sanggupi.

Presiden mulai mencoba memperingati dan “ingin” terjun tangan. Entah kenapa sampai sekarang hati ini terkadang sulit untuk “tsiqah” kepada pemimpinnya sendiri. Masih mencoba, akan tetapi bau amis partai politik begitu menggangguku.

Gambar

Semoga semuanya tetap aman terkendali dan semoga Allah Ta’ala segera mencabut cobaan ini dari umatnya. Hasnunallah wa ni’mal wakil.

 

Iklan