Kucinta Muda

Di setiap langkah kuhabiskan waktu untuk terus berpikir tentang apa itu arti dari kehidupan.

Apakah cukup dengan menjawab bahwa kita hidup untuk melaksanakan ibadah dan amalan?

Waktu muda kau bawa kemana? Berjalan sana sini berlumur penuh kemaksiatan.

Tidakkah kau lihat dunia ini fana dan hanya sebuah permainan.

Aku begitu ketakutan dengan masa muda, aku takut kehilangan.

Karena masa muda tidak dapat dikembalikan.

Lihatlah bapak tua tersebut, ia sudah terseok-seok untuk berjalan.

Tidakkah kau ambil dari sana sebuah pelajaran?

Bahwa kelak disana engkau yang akan berdiri sambil bersedu-sedan.

Aku hberarap Tuhanku akan mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan di masa depan.

Ini semua kisah kita, kisah nyata sang pengelana kehidupan.

Perjalanan kehidupan di dunia yang tidak sedikit menelan korban.

Untuk dihempaskan ke dalam panasnya api-api yang berkobaran.

Padahal kau dahulunya lahir ke dunia dalam fitrah yang suci lagi berjiwa keemasan.

Perlahan jiwa-jiwa itu mulai menghitam berlepotan penuh dengan noda kesalahan.

Seolah ia tidak merasakan dosa dengan hilangnya iman secara perlahan.

Apakah kau mengatakan bahwa itulah arti kehidupan?

Tidak, karena yang kuharapkan hidup ini bergelimangan penuh kemenangan.

Untuk bisa menginjaki surga-Nya dari segala pintu, salah satunya dari pintu Ar-rayyan.

Semoga kita semakin sadar, semakin insyaf, semakin memperdalam ilmu kita, semakin mengokohkan aqidah kita serta memahami bahwa hidup itu untuk dinikmati dan bukanlah sebuah beban.

Karena engkau adalah yang terpilih dari berbagai macam ciptaan.

Gambar

Iklan