Berusaha Menyapa Tuhan

Ketika adzan sudah mulai berkumandang pertanda kita sudah harus bergegas menuju mesjid-mesjid Allah Ta’ala. Pintu-pintu mulai terbuka, suara gemuruh telapak kaki mulai berdengaran dan tasbih, tahmid dan tahlil mulai diucap.

Hati-hati yang sibuk dengan urusan dunia perlahan mulai dikembalikan kepada posisi semula, pada posisi untuk bertemu Rabbnya.  Hati ini pun mulai bersiap sebelum iqamah dikumandangkan, agar nanti dipertengahan jalannya tak melenceng dari jalan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman, “Maka sesungguhnya jika kamu telah bertobat dan kamu semua telah menegakkan sholat dan kamu semua telah menunaikan zakat maka kosongkanlan dari jalan mereka” (Al: Baqarah, 238)

Dan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, telah berkata : Aku menanyai Rasulullah sholallahu’alaihi wassalam tentang amalan yang paling utama? Rasulullah berkata : ((Sholat pada waktunya)) kemudian aku berkata: kemudian apa lagi? Rasulullah berkata : ((berbuat baik terhadap kedua orang tua)) kemudian aku berkata: kemudian apa? Rasulullah berkata : ((Jihad di jalan Allah)). Muttafaq’alaihi

Kemudian apakah kita akan memulainya atau hanya sekedar melihat tanpa melakukan apa-apa? Dari urutan keutamaan dari hadist diatas mana saja yang telah anda perbuat? Jikalau belum berbuat sesuatu, maka mulailah dari sekarang!

Dan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhu, telah berkata : Telah berkata Rasulullah sholallahu’alaihi wassalam : ((Islam dibangun atas lima : Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, menegakkan sholat , dan menunaikan zakat, dan berhaji ke baitullah, dan puasa Ramadhan)) Muttafaq ‘alaihi

Dan darinya juga, telah berkata : telah berkata Rasulullah sholallahu’alai wassalam : (( Aku telah diperintahkan untuk saling memerangi manusia sampai mereka semua bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan mereka semua menegakkan sholat, dan mereka semua menunaikan zakat, maka apabila mereka telah melakukan itu, mereka semua terjaga dari ku akan darah mereka dan harta-harta meraka, kecuali dengan kebenaran Islam, dan perhitungan mereka atas Allah)) Muttafaq’alaih

Begitu pentingnya sholat hingga Nabi Muhammad sholallahu’alai wassalampun diperintahkan untuk memerangi orang-orang yang sengaja untuk tidak menegakkan sholat. Lalu apakah kita masih butuh dalil-dalil untuk tetap berusaha menegakkan sholat yang hukumnya sudah jelas qath’I (Pasti ketetapannya) tersebut?

Dan dari Jabir radhiyallahu’anhu, telah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam  tengah berkata : ((Sesungguhnya bagian seseorang dan diantara syirik dan kafir adalah yang meninggalkan sholat)) HR. Muslim

Dan jelaslah disini, siapa yang meninggalkan sholat dia adalah kafir, na’udzubillah min dzalik.

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu, telah berkata : Telah berkata Rasulullah sholallahu’alaihi wassalam : ((Sesungguhnya pertama kali yang akan dihisab (dihitung) dengannya seorang hamba pada hari kiamat dan amalnya adalah SHOLATnya, maka jika baik sholatnya maka sesungguhnya dia telah berhasil dan telah sukses, dan jika sholatnya rusak, maka sungguh dia telah gagal dan telah menderita kerugian, maka sesungguhnya telah berkurang dari kewajibannya akan sesuatu, telah berfirman Ar-Rabb ‘azza wajalla : Lihatlah oleh kamu semua apakah bagi hambaku dari ibadah sunnah? Maka sesungguhnya sempurnakanlah apa yang terkurang dari kewajiban itu, kemudian tetaplah berlaku amal-amalnya atas ini)) HR. Tirmidzi, dan dia berkata : ((Ini Hadist Hasan))

Bagi yang sempurna sholatnya, sempurnalah amalannya keseluruhan dan bagi siapa yang rusak sholatnya, maka rusaklah amalannya keseluruhan. Masih berfikir untuk tidak bersungguh-sungguh dalam menegakkan sholat? Gambar

Iklan