Membiasakan Berbuat Dosa

penghapus dosa

 

بَلَىٰ مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 81)

Masih teringat masa lalu akan dinginnya shubuh yang terasa menusuk-nusuk sampai ke tulang-tulangku, waktu dimana  sebagian banyak manusia tengah terlelap. Disaat itulah kami menegakkan sholat shubuh berjema’ah di pondokku.

Disetiap bakda shubuh kami rutin mengadakan kajian tartil atau dalam istilah Ibnu Mas’ud, membaca al-qur’an perlahan-lahan sambari memahami maksudnya. Dan pada suatu hari, ketika kepala sekolahku memulai pengajiannya dan sampailah ia pada surat al-Baqarah ayat 80, akupun tersentak dan mulai mendengarkan dengan seksama. “(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”(al-Baqarah, 80)

Kenapa, karena aku mulai teringat dengan kesalahan-kesalahan yang pernah dahulu aku perbuat.  Didalam ayat tersebut kita bisa melihat dan memahami secara makna lahiriahnya langsung, siapa saja yang berbuat dosa, kemudian dosa itu meliputinya, dan yang  dimaksud dengan meliputi adalah menjadi kebiasaan. Dan mereka itulah penghuni neraka serta mereka kekal didalamnya, dipenggalan surat al-Baqarah tersebut kita dapat menangkap bahwa kesalahan yang kita perbuat berulang-ulang kemudian pada akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa kita singkirkan, dan kesalahan tersebut akan menghantarkan kita ke gerbang neraka. Na’udzubillah.

Apakah kita sudah pernah mencoba untuk memuhasabah diri tentang perbuatan yang telah kita lakukan? Pernahkah kita mencoba menghitung kembali akan banyaknya jumlah kesalahan yang kita perbuat? Dan sayang sekali bukan, jika kesalahan-kesalahan kita selama ini hanya menjadi suatu ajang perbuatan yang kita lupakan dan secara tidak sadar kita ulang dan ulangi kembali.

Kita berlindung kepada Allah Ta’ala akan kelemahan-le;emahan yang kita selama ini, dan semoga ditunjuki ke jalan yang diridhai-Nya. Wallahu a’lam.

Iklan