Buka Ane ala Mesir

Wah, wah, wah….

Ini kali pertamanya saya tidak mendapati satu kalipun buka puasa di istana surgaku, :(. Rindu, mungkin kata-kata ini yang bisa mewakili hati merah darah ini. Masakan Padang, bbeuh jangan ditanya, pengen banget, bangeetaann buat mencicipinya.

Disini, saya tinggal di sebuah apartemen sederhana namun “wah” di daerah Husein-Darrasah, Kairo, hehe. Hm, dan Alhamdulillah saya nyaman disini. Untuk menu ta’jil plus buka puasa, orang-orang di rumah saya tidak menyajikannya, leih? (dalam bahasa Arab ‘Ammiyah Mesir berarti “kenapa?”) Dikarenakan teman-teman di rumah saya lebih senang mencari menu ta’jil mereka di mesjid-mesjid yang menyediakannya, dan saya terpaksa ngikut dah. -_-

Kali ini, setelah menyelesaikan daurah tahsin al-qur’an, saya mulai menaiki bus delapan puluh coret jurusan Husein. Sesampainya di Husein, saya menyempatkan diri dulu untuk beristirihat sejenak serta memuraja’ah hafalan al-qur’an saya di mesjid Al-Azhar Asy-Syarif. Mesjid ini merupakan cikal bakal berdirinya universitas tertua di dunia, yakni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Back to point, setelah cukup lama kira-kira satu sampai satu setengah jam, akhirnya saya putuskan untuk melangkahkan kaki menuju mesjid Rifa’i. Mesjid tersebut terletak dibelakanng Mesjid Sayyidina Husein-di mesjid ini terdapat potongan kepala dari cucu Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam, Husein. Setelah sampai saya pun memilih untuk duduk ditepi dekat dinding.

Dan pada akhirnya, yang ditunggu-tunggu pun datang, azan maghribpun berkumandang dan do’apun dipanjatkan. Satu, dua dan tiga butir kurma akhirnya kucicipi dan ditemani secangkir ashir (jus) mangga dingin, wuiiih, memang benar sabda Rasulullah Sholallahu ‘alaihi Wassalam, bahwa salah satu kenikmatan puasa itu adalah ketika berbuka. Kemudian setelah saya rasa cukup, saya dan beberapa orang lainnya pun mulai menegakkan sholat Maghrib berjama’ah.

Sholat magribpun usai, kamipun dipersilahkan untuk duduk di tempat yang telah disediakan- waduh mirip pejabat amat, :D. Sepiring nasi telah tersedia untukku, dan alhamdulillah karena banyak orang-orang Asia yang pada buka disini, jadi menunya pun disesuaikan dengan lidah kami, alhamdulillah :). Berbeda untuk hari ini, kenapa? karena tidak seramai hari-hari sebelumnya. Kali ini saya mendapatkan jatah potongan ayam goreng yang lebih besar daripada biasanya, dan alhamdulillah saya pun kesusahan untuk menghabiskannya, hehe.

Gambar

Yah itulah kisahku hari ini, bagaimana denganmu. Tunggu aksi-aksi ane selanjutnya. 😀

#Udah azan Isya nih, ane musti minggat dulu. 😀

Iklan