Antara Kamu dan Dia

Wah, udah lama gak mampir ke bloggue. 😀

Biasa, ane pada sibuk ini itu, sehingga nulis jadi lupa. Bisa-bisa jadi kebiasaan ntar. waduh….

Hari ini aqqu, eh jangan, “aku” ingin berbagi cerita bagaimana kisah roman-Apa sich roman? :(- tentang kamu dan dia.

Orang bilang, hidup itu bakal indah ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Mm, mungkin berbeda dengan ceritaku kali ini, Aku merasakan indahnya hidup, ketika hati ini menjadi lapang dan tenang dalam melakukan segala sesuatu, waduh melankolis amat yach. 😀

Lalu apa hubungannya dengan kamu dan dia, wah ini kata-kata “kamu dan dia” seakan-akan menggambarkan kisah cinta segitiga, ahh jangannn, Wong aku satu ajja belum punya :D. Kembali ke laptop, ini kata-kata mister Tukul yang rada-rada aku ingat, walau udah di Mesir. 😀

Kenapa, ada apa antara kamu dan dia. Aku telah menyaksikan banyak sekali perbedaan antara kamu dan dia. Tidak hanya dari segi wajah, tapi akhlaq, kekayaan, dan keturunanpun menjadi priotas. Walah-walah pada kemana sich jalan ceritanya. 😀

Kembali lagi ke laptop, -_- ntar nih para pembacanya pada lari (sahur.red. :D) mas bro. “Kamu”, aku sudah sering kali menatap “kamu”, tapi aku tidak tahu pasti apakah “kamu” jodohku. Sedangkan “dia”, aku tak tahu dimana “dia” sekarang berada, dan bagaimana keadaannya. “Kamu” selalu ada dalam hidupku, dan akupun melihat “kamu” apa adanya. “Dia” entah sekarang memikirkan aku atau tidak, dan apakah aku membutuhkan “dia” atau “kamu”. Wah, ini pembaca mau dimana kemana nih writer?, 😀 sabar nih aku kasih tahu.

Yah, itulah jodoh. Aku tidak tahu dimana jodohku sekarang dan aku tidak tahu bagaimana keadaannya. Begitupula sebaliknya dengan si “dia”. Sedangkan “kamu”, aku selalu menyaksikannya, sayang senyum “kamu” memudar dibalik cadar yang indah itu. Maka ini apa, cinta monyet :D, nggak kalee. Sayang dan sangat disayangkan aku tidak tahu apakah “kamu” itu jodohku atau “dia”.

Yah, aku gak bakalan tanggung jawab denga tulisanku sekarang, setidaknya :D. Pernah manyun sendiri saat aku dikatain begini, “yuk, tanding siapa yang duluan bakal “nikah”?!. Wah “merried”, kata yang mengandung makna ambigu saat awal-awal aku mulai ditanya tentang itu. Sekarang mah jangan ditanya lagi :D. Lebih paham aku, hehe.

Memang permasalahan yang tidak mudah, tapi tidak bisa dikatakan susah. Bak tabir malam yang menghilangkan bulan -waduh apa maksudnya nie,:D-. #Eeh, maksudnya ibarat bulan, kalo dilihat dari bumi kelihatan kecil, dan disaat Neil Amstrong sampai kesana dia bisa merasakan betapa besarnya bulan tersebut.

Sekarang, akupun tetap memasrahkan terhadap hal diatas kepada Rabbiku. Yah, setidaknya aku tidak galau untuk selalu terus memikirkannya. 😀

Bagi yang udah kebelet, jangan lupa undangannya. 😀 #im_still_waiting.

Gambar

Iklan