Masa, Ditinggal atau Dimamfaatkan

Disela-sela kesibukanku menjalani berbagai rutinitas, ada sesuatu hal yang sulit untuk aku tinggalkan, pikir-pikir kemudian menulis. Ada saja yang tersimpan didalam hati untuk ditorehkan, walau ilmu tidak sebarapa untuk dibagi, akan tetapi tidak ada salahnya jika kita memberi.

Waktu memang adalah sebuah kata singkat dan memiliki makna urgensi yang tinggi. Tidak salah jika Allah Ta’ala berqasam atau bersumpah dengan wal’asri, demi masa. Menurut Imam mesjid agung Al-azhar-aku lupa nama imamnya, mengatakan bahwa dalam kata masa, makna atau isinya itu dibagi menjadi dua, masa untuk sang Khalik dan masa untuk manusia. Dan itu disebut diayat berikutnya. Dua ayat pertama menjelaskan akan pentingnya shilah atau hubungan dengan sang khalik dan dua ayat selanjutnya menjelaskan akan shilah atau hubungan dengan manusia. Empat ayat ini yang menjelaskan agar kita tidak menjadi insan yang merugi.
Image
Belakangan ini aku mulai sibuk mengatur seluruh waktu yang akan aku gunakan, sayang walaupun sudah ada pengaturan waktu serta penyesesuaiannya semaksimal mungkin akan ada saja waktu itu yang tercecer entah kemana. Disiplin waktu yang telah kita tulis terkadang juga akan menemui masa gagal untuk diimplementasikan. Sayang dan sangat disayangkan untuk membentuk suatu kharakter yang berawal dari kebiasaan itu sangatlah susah. Tidak disalahkan jika sebuah iklan produk, yakni Pepsodent dalam iklan pasta giginya menantang untuk mengadakan pembiasaan menggosok gigi selama kurun waktu dua puluh lima hari, kenapa? dikarenakan suatu kebiasaan itu tidak bisa terbentuk hanya dalam waktu satu atau dua hari, butuh waktu, tenaga dan biaya yang besar untuk mengubah kebiasaan jelek yang kita miliki.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermamfaat bagi manusia lainnya, ini juga tidak kalah pentingnya, walaupun kita disibukkan dengan berbagai aktivitas individualis, jangan lupa bahwa kita juga punya tugas serta kewajiban untuk tetap menjaga koneksi dengan manusia lainnya agar hidup kita terasa lebih berarti dan bermakna.

Tampaknya dingin kota Kairo sudah mulai memanggilku untuk kembali merasakan kelembutan sentuhan belaiannya.

Salam.

Iklan